Old But Gold
Ya, mungkin saat ini blog sudah sangat ketinggalan jaman dibanding dengan vlog yang sudah merajai dunia digital entertainment . Btw ini bukan postingan pertama saya, udah lama banget bikin ini blog, postingan juga udah lumayan banyak mulai dari cerita ga jelas sampai sarana tugas dari kuliah. Blog ini saya bikin pada tahun 2012 dimana saat itu masih beredarnya para blogger yang saat ini sudah beralih ke vlogger atau malah menghilang haha. Saya mulai nulis lagi yah dikarenakan situasi yang sudah sangat membosankan, saya merasa udah banyak perjalanan hidup yang cukup menyulitkan sampai saat ini. Mungkin kelihatan ketinggalan banget kalau dipikirin siapa lagi sih jaman sekarang, 2018 yang masih mau nikmatin blogger, dimana teknologi video cam yang saat ini sangat mudah dijangkau dan penggunaannya sudah lebih mudah yang dibantu banyaknya tutorial-tutorial video recording yang beredar, dan juga ditambah mudahnya mendapatkan fasilitas pembiayaan untuk mendapatkan gadget yang dibutuhkan dan beresolusi tinggi. Namun saya masih yakin Blog masih punya penikmat sendiri, yaitu orang-orang yang lebih suka membaca daripada menonton. Saya pribadi merupakan salah satu orang itu yang sebagai contoh saya lebih prefer dalam membaca koran daripada menonton berita. Secara mayoritas orang intelek sih lebih prefer to read than watch.
Sekilas mengenai Old but Gold hal ini mengarah bagaimana kita memandang dan menilai hal-hal klasik. Akhir-akhir ini sering kita melihat di media mengenai perbandingan antara generasi 90-an dan generasi milenial yang mungkin dimulai 07-an, jelas terjadi perbedaan yang sangat kontras dalam hal menikmati masa kecil. Namun dalam hal style, musik dan automotive terjadi hal yang berbeda, dimana terdapat kelompok-kelompok tertentu yang justru mencintai gaya retro. Rambut pomade-an, celana jeans gombor (ala rhoma irama & elvis presley),Musik rock ala 1975, dan mobil dan motor klasik. Sulit untuk meneliti apa yang terjadi, namun kenyataannya inilah yang dikatakan perubahan dan perbedaan selera. Selain hal-hal itu semakin meningkatnya jumlah pecinta dan kolektor benda-benda lama seperti uang, prangko, dan piringan hitam, dan penikmat puisi-puisi yang menggunakan ejaan belum disempurnakan (Tjahyana, moesik, djaja), menambah rentetan bukti bahwa hal-hal klasik selalu memiliki daya tarik tersendiri dimata masyarakat. Dalam hal musik, siapa yang memungkiri kalau musik klasik memiliki nilai romantisme yang sangat tinggi, dan selalu menjadi lagu utama untuk membangun suasana romantis di manapun. Begitu pula cerita sejarah, drama-drama kolosal selalu memiliki daya tarik tersendiri, kalau saya pribadi sih prefer ke british, japan, china colossal, knapa ga indo?, kebanyakan fiksi nya bro bahaya, bisa berefek khayalan tingkat tinggi, terutama bagi bocah yang suka gerakkan tangannya buat ngeluarin tenaga dalam dengan bentuk cahaya-cahaya yang berbahaya wkwkwk.
Ungkapan Old but Gold juga mengarah ke bagaimana penghargaan terhadap hal-hal klasik yang dapat berupa budaya,warisan, pusaka, maupun silsilah dan sejarah keluarga. Ya benar sudah tua, kolot, ataupun ketinggalan zaman, namun hal yang perlu dipelajari adalah bagaiman mengambil nilai-nilai positif dari hal tersebut. Tentu kita perlu memilah hal-hal positif dan menyesuaikan budaya, warisan, pusaka dll bisa menjadi identitas dan karakter kita sendiri yang dapat dipergunakan sebagai landasan kita dalam membangun karakter generasi kita. Hal-hal tersebut merupakan jati diri, harga diri, dan menjadi status yang akan diturunkan. Warisan juga bukanlah melulu tentang harta yang diturunkan, melainkan bagaimana warisan tersebut mencritakan kepada generasi selanjutnya bagaiman nenek moyang berjuang mendapatkannya dan hal-hal positif apa yang dapat diambil dari perjuangan tersebut. Penghargaan seperti apalagi yang dapat diberikan oleh seorang penerus selain mempertahankan dan mewariskan kembali apa yang sudah diwariskan kepadanya?.
Dari hal-hal diatas dapat disimpulkan bahwa tidak selalu sesuatu yang berbau klasik itu sudah benar-benar dan harus ditinggalkan. Semua sejarah dan punya penikmat sendiri dan memang harus dijaga, diteruskan dan dicatat guna sebagai catatan perkembangan dalam sejarah dunia, peradaban, negara, suku, keluarga dan diri anda.
Sekilas mengenai Old but Gold hal ini mengarah bagaimana kita memandang dan menilai hal-hal klasik. Akhir-akhir ini sering kita melihat di media mengenai perbandingan antara generasi 90-an dan generasi milenial yang mungkin dimulai 07-an, jelas terjadi perbedaan yang sangat kontras dalam hal menikmati masa kecil. Namun dalam hal style, musik dan automotive terjadi hal yang berbeda, dimana terdapat kelompok-kelompok tertentu yang justru mencintai gaya retro. Rambut pomade-an, celana jeans gombor (ala rhoma irama & elvis presley),Musik rock ala 1975, dan mobil dan motor klasik. Sulit untuk meneliti apa yang terjadi, namun kenyataannya inilah yang dikatakan perubahan dan perbedaan selera. Selain hal-hal itu semakin meningkatnya jumlah pecinta dan kolektor benda-benda lama seperti uang, prangko, dan piringan hitam, dan penikmat puisi-puisi yang menggunakan ejaan belum disempurnakan (Tjahyana, moesik, djaja), menambah rentetan bukti bahwa hal-hal klasik selalu memiliki daya tarik tersendiri dimata masyarakat. Dalam hal musik, siapa yang memungkiri kalau musik klasik memiliki nilai romantisme yang sangat tinggi, dan selalu menjadi lagu utama untuk membangun suasana romantis di manapun. Begitu pula cerita sejarah, drama-drama kolosal selalu memiliki daya tarik tersendiri, kalau saya pribadi sih prefer ke british, japan, china colossal, knapa ga indo?, kebanyakan fiksi nya bro bahaya, bisa berefek khayalan tingkat tinggi, terutama bagi bocah yang suka gerakkan tangannya buat ngeluarin tenaga dalam dengan bentuk cahaya-cahaya yang berbahaya wkwkwk.
Ungkapan Old but Gold juga mengarah ke bagaimana penghargaan terhadap hal-hal klasik yang dapat berupa budaya,warisan, pusaka, maupun silsilah dan sejarah keluarga. Ya benar sudah tua, kolot, ataupun ketinggalan zaman, namun hal yang perlu dipelajari adalah bagaiman mengambil nilai-nilai positif dari hal tersebut. Tentu kita perlu memilah hal-hal positif dan menyesuaikan budaya, warisan, pusaka dll bisa menjadi identitas dan karakter kita sendiri yang dapat dipergunakan sebagai landasan kita dalam membangun karakter generasi kita. Hal-hal tersebut merupakan jati diri, harga diri, dan menjadi status yang akan diturunkan. Warisan juga bukanlah melulu tentang harta yang diturunkan, melainkan bagaimana warisan tersebut mencritakan kepada generasi selanjutnya bagaiman nenek moyang berjuang mendapatkannya dan hal-hal positif apa yang dapat diambil dari perjuangan tersebut. Penghargaan seperti apalagi yang dapat diberikan oleh seorang penerus selain mempertahankan dan mewariskan kembali apa yang sudah diwariskan kepadanya?.
Dari hal-hal diatas dapat disimpulkan bahwa tidak selalu sesuatu yang berbau klasik itu sudah benar-benar dan harus ditinggalkan. Semua sejarah dan punya penikmat sendiri dan memang harus dijaga, diteruskan dan dicatat guna sebagai catatan perkembangan dalam sejarah dunia, peradaban, negara, suku, keluarga dan diri anda.
Komentar
Posting Komentar